Laporan Dewan Komisaris


Pemegang saham yang terhormat,

Puji syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan rahmatnya kepada kita semua. Semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan senantiasa mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Kita patut bersyukur karena berhasil melewati tahun 2017 dengan baik ditengah kondisi ekonomi global dan domestik yang menantang.

224.65% LABA PERSEROAN

Kami mendukung program transformasi yang dilakukan Perseroan sebagai maskapai berbiaya hemat terbesar di Indonesia untuk semakin meningkatkan tata kelola operasional maupun finansial.

Penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Dewan Direksi dan seluruh karyawan karena berkat kerja kerasnya, Perseroan mampu membukukan kinerja yang positif dengan membukukan laba sebesar Rp300,29 miliar. Laba Perseroan meningkat sebesar 224,65% dibandingkan 2016 yang sebesar Rp92,49 miliar.

Pencapaian ini tidak lepas dari strategi yang tepat yang telah disusun dan diimplementasikan manajemen dengan mendorong efisiensi dan optimalisasi layanan yang berkontribusi pada pendapatan. Kendati demikian, perlu kami sampaikan bahwa ke depan, Perseroan masih akan dihadapkan pada kondisi ekonomi global dan domestik yang dinamis yang akan mempengaruhi kinerja Perseroan.

Pada 2017, Perseroan telah melakukan perubahan nama dari PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (RMPP) menjadi PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) setelah selesainya proses right issue RMPP yang merupakan milestone penting pengembangan bisnis Grup AirAsia di Indonesia. Selanjutnya, PT Indonesia AirAsia (IAA) menjadi entitas anak dari AAID pada 29 Desember 2017.

Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, akan semakin mendekatkan dengan visi One AirAsia dan turut berkontribusi dalam meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Kami selaku Dewan Komisaris menyampaikan bahwa sepanjang 2017, Dewan Komisarsi berupaya untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dalam melakukan pengawasan serta memberikan kritik dan saran demi kemajuan Perseroan. Dewan Komisaris juga senantiasa menjaga agar jalannya Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baik secara internal maupun regulasi yang ada.

Untuk itu, izinkanlah kami menyampaikan laporan pertanggung jawaban terkait tugas dan tanggung jawab kami, dan dalam memberikan penilaian atas kinerja manajemen Perseroan selama mengelola Perseroan.

TINJAUAN PEREKONOMIAN

Cyclical recovery yang terus berlanjut dan terjadi di hampir seluruh wilayah mendorong ekonomi global pada tahun 2017 tumbuh lebih tinggi dibanding tahun 2016. World Bank memprediksi pertumbuhan ekonomi global pada 2017 berada di level 3,1%, sementara perkiraan International Monetary Fund (IMF) lebih tinggi, yakni mencapai sebesar 3,9%. Pertumbuhan itu dipicu oleh momentum yang kuat, sentimen pasar yang menguntungkan, kebijakan yang yang akomodatif serta kebijakan fiskal Amerika Serikat (AS) yang ekspansif.

Penguatan ekonomi global yang semakin terkonsolidasi berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Pada 2017, ekonomi domestik tumbuh sebesar 5,07%, meningkat dari 2016 yang sebesar 5,03%. Pertumbuhan ini ditopang meningkatnya nilai ekspor, investasi dan belanja pemerintah. Membaiknya ekonomi itu selain didorong faktor eksternal juga didukung oleh kokohnya fundamental.

Peningkatan ekonomi nasional juga diikuti dengan membaiknya beberapa indikator makro ekonomi seperti cadangan devisa, neraca perdagangan Indonesia, dan laju inflasi yang terkendali. Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif stabil sepanjang 2017. Meningkatnya investasi didukung oleh percepatan reformasi struktural perekonomian dan iklim investasi yang kondusif. Sementara membaiknya neraca perdagangan ditopang oleh perbaikan ekspor dengan meningkatnya harga komoditas.

Secara umum, meski IMF memberikan proyeksi positif atas ekonomi global, namun ada sejumlah faktor yang tetap harus diwaspadai, diantaranya pemulihan yang belum merata, risiko geopolitik, ketidakpastian kebijakan yang berdampak langsung pada sentimen global, pengetatan di sektor keuangan yang berdampak pada negara berkembang dan risiko perlambatan ekonomi Tiongkok.

ANALISA INDUSTRI

Dalam beberapa tahun terakhir, industri penerbangan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan jumlah penumpang mencapai 11%. Pertumbuhan itu dipicu antara lain oleh meningkatnya pendapatan masyarakat, pembangunan infrastruktur bandara, dan kebijakan pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata.

Peningkatan pendapatan masyarakat mendorong mobilitas penduduk dari satu tempat ke tempat lain semakin tinggi. Selain itu, minat masyarakat untuk travelling baik di dalam negeri maupun ke luar negeri semakin meningkat yang berdampak positif terhadap bisnis penerbangan komersial.

Ditengah meningkatnya jumlah penumpang, industri penerbangan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Meningkatnya bahan bakar avtur seiring kenaikan harga minyak dunia telah mendorong kenaikan beban usaha, mengingat bahan bakar menyumbang sekitar 40% dari struktur biaya maskapai penerbangan. Faktor lainnya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah ini memberikan tekanan berat kepada maskapai penerbangan karena sebagian besar biaya dibayarkan dalam mata uang dolar Amerika.

Pada 2018, pertumbuhan jumlah penumpang dan barang diperkirakan berkisar antara 10-15%. Meningkatnya pertumbuhan GDP diprediksi akan mendorong tren pertumbuhan penumpang dan barang secara linier. Atas dasar itulah, industri penerbangan nasional diperkirakan akan dapat mendorong pendapatan sehingga meningkatkan labanya. Terkait hal tersebut, Dewan Komisaris senantiasa akan mendukung berbagai upaya yang dilakukan manajemen yang sejalan dengan kondisi pasar yakni mendorong kinerja melalui peningkatan efisien operasional perusahaan dan perbaikan layanan.

PENILAIAN TERHADAP KINERJA DIREKSI

Di tengah industri penerbangan yang dinamis, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi melalui entitas anak telah menjalankan strategi bisnis yang sesuai dengan tujuan Perseroan. Beragam inisiatif strategis yang telah diimplementasikan memberi dampak positif baik secara operasional maupun finansial.

Secara operasional, dengan optimalisasi penggunaan aset pesawat terbang, aspek pemasaran yang kreatif dan efisiensi biaya operasi Perseroan berhasil mempertahankan pangsa pasar penerbangan internasional di industri. Selain itu, implementasi strategi bisnis yang telah dijalankan memberi dampak pada kinerja Perseroan yang membukukan hasil positif.

Pada 2017, pendapatan usaha Perseroan mencapai sebesar Rp3,82 triliun, sedikit terkoreksi jika dibandingkan 2016 yang sebesar Rp3,89 triliun. Laba usaha sebelum pajak mengalami peningkatan sebesar 224,65% menjadi Rp300,29 miliar yang dipicu oleh keberhasilan Perseroan dalam menekan beban usaha. Pada 2017, beban usaha tercatat menurun sebesar 7,14% dari Rp3,43 triliun pada 2016 menjadi Rp3,43 triliun. Hasilnya, laba usaha meningkat sebesar 104,2%, dari Rp185,33 miliar menjadi Rp378,50 miliar.

Dewan Komisaris mendukung program transformasi yang dijalankan Direksi untuk mendorong Perseroan semakin meningkatkan tata kelola baik dalam aspek operasional maupun finansial. Kami sepenuhnya juga mendukung rencana manajemen untuk mengimplementasikan strategi Perseroan dalam rangka meningkatkan kinerja. Strategi tersebut diantaranya adalah dengan memfokuskan diri pada pelayanan pelanggan dan pengembangan rute-rute baru yang memberikan keuntungan yang tinggi, serta optimalisasi aset dengan meningkatkan utilisasi armada pesawat.

PANDANGAN ATAS PROSPEK USAHA

Dari sisi demografi, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, merupakan negara kepulauan dengan pusat perekonomian yang tersebar, sehingga terdapat permintaan yang besar untuk transportasi udara dalam mendukung perjalanan usaha, wisata, maupun pribadi. Pada sisi lain, pemerintah terus mendorong pengembangan industri pariwisata yang membutuhkan dukungan infrastruktur antara lain bandara dan ketersediaan pesawat udara yang memadai.

Selain demografi yang besar, pendapatan masyarakat menunjukan tren yang meningkat setiap tahun. Masyarakat yang bekerja di luar kota maupun berbisnis lintas wilayah turut meningkatkan permintaan terhadap layanan jasa penerbangan. Karena itu tak heran jika Indonesia berada pada posisi keempat jumlah penumpang penerbangan terbanyak di dunia.

Di internal Grup AirAsia saat ini sedang mengembangkan ekspansi rute penerbangan ke berbagai negara baru, sehingga meningkatkan lalu-lintas penumpang transit yang dapat berkunjung ke Indonesia. AirAsia juga memiliki branding yang kuat di wilayah Asia Pasifik, salah satunya dibuktikan dengan penghargaaan “Best Low Cost Carrier in the World” selama 9 tahun berturut-turut. Berdasarkan faktor eksternal dan internal tersebut, kami berpandangan bahwa bisnis Perseroan memiliki prospek yang bagus pada masa mendatang.

PANDANGAN ATAS PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) bukan hanya bersifat kewajiban tetapi merupakan kebutuhan bagi Perseroan. Penerapannya akan mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Oleh karena itu, kami sangat mendukung upaya-upaya Direksi untuk mensosialisasikan nilai-nilai utama Perseroan dan prinsip-prinsip GCG.

Sejauh ini, Dewan Komisaris menilai bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik telah diimplementasikan sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik dan berjalan sesuai dengan struktur organ yang dimiliki Perseroan. Dewan Komisaris telah memiliki Komisaris Independen dan sedang berupaya membentuk komite-komite yang akan membantu pelaksanaan tugas Dewan Komisaris untuk memastikan pelaksanaan GCG di Perseroan berjalan dengan baik dan sesuai dengan peraturan dan perundangundangan yang berlaku.

Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab, Dewan Komisaris telah berupaya sebaik-baiknya melakukan fungsi pengawasan serta memberi rekomendasi yang relevan kepada manajemen untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Secara garis besar, Dewan Komisaris beranggapan bahwa Direksi telah mengimplementasikan strategi, mengendalikan risiko serta penerapan tata kelola yang baik di Perseroan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris Perseroan yang telah disetujui pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada 21 Desember 2017. RUPSLB menunjuk Pin Harris sebagai Komisaris Utama, Datuk Kamarudin Meranun sebagai Komisaris, dan Agus Toni Soetirto sebagai Komisaris Independen. RUPSLB juga menunjuk Dendy Kurniawan sebagai Presiden Direktur dan Dinesh Kumar sebagai Direktur Independen. Berikut adalah komposisi Dewan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2017:

Komisaris Utama Pin Harris
Komisaris Datuk Kamarudin Meranun
Komisaris Independen Agus Toni Soetirto

APRESIASI

Menutup Laporan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan atas dukungan yang diberikan kepada Perseroan. Kepada Direksi, manajemen, dan seluruh karyawan, kami sampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik. Tak lupa, Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, mitra usaha, dan para pelanggan Perseroan atas kepercayaan yang telah diberikan. Kami berharap ke depan usaha Perseroan akan semakin berkembang dan memberi manfaat positif dalam pembangunan nasional.

Jakarta, Desember 2017

Hormat Kami

PIN HARRIS

Komisaris Utama