Laporan Direksi


Pemegang Saham yang Terhormat,

Puji Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat kuasa-Nya, kita bisa melewati tahun 2017 yang penuh tantangan dengan baik. Kami terus berusaha meningkatkan performa dan layanan sehingga dapat mempertahankan posisi kami sebagai maskapai pilihan utama masyarakat.

18 pesawat dengan total 157 rute


IAA memiliki dan mengendalikan 18 pesawat dengan total 157 rute yang telah mendapatkan Surat Izin Angkutan Udara Niaga Berjadwal
Langkah transformasi yang ditempuh oleh Perseroan bertujuan untuk mendorong kinerja entitas anak melalui transparansi dan tata kelola yang semakin baik, sehingga maskapai berbiaya hemat yang unggul dalam pangsa pasar internasional di tanah air ini terbang semakin tinggi, dengan terus menghadirkan layanan transportasi udara kelas dunia yang terjangkau bagi masyarakat serta memberikan nilai yang signifikan kepada para pemegang saham.

Dari awal kemunculan kami di peta industri penerbangan, kami adalah maskapai yang berfokus pada satu tujuan, yaitu mewujudkan mimpi siapa pun untuk bisa menikmati layanan penerbangan berkualitas yang terjangkau.. Kami telah memicu revolusi perjalanan udara dengan semakin banyaknya orang yang menjadikan AirAsia sebagai pilihan utama transportasi udara. Hal ini menandakan bahwa misi kami sebagai maskapai berbiaya hemat agar semua orang dapat terbang telah tercapai.

Tahun 2017 juga merupakan tahun yang bersejarah bagi AirAsia. Afiliasi AirAsia di Indonesia, PT Indonesia AirAsia (IAA), telah secara resmi menjadi entitas anak Perseroan dengan tuntasnya seluruh proses terkait dengan perjanjian dan persetujuan yang dipersyaratkan pada rights issue PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk. Perubahan entitas ini diyakini dapat mendorong kinerja AirAsia di Indonesia lebih baik di masa yang akan datang.

Transformasi yang telah dilakukan dapat meningkatkan daya saing Perseroan di industri penerbangan komersial. Dengan keunggulan konektivitas yang dimiliki dan dukungan Grup AirAsia, Perseroan optimis untuk dapat terus meningkatkan pangsa pasarnya pada sektor penerbangan internasional di Tanah Air.

Sepanjang 2017, Perseroan telah melakukan berbagai inisiatif Continuous Improvement, baik dalam hal pengelolaan biaya, manajemen delay maupun On Time Performance (OTP), serta efisiensi proses.

Implementasi strategi yang telah dijalankan berdampak positif pada kinerja operasional dan kinerja finansial. Perseroan berhasil mempertahankan tingkat keterisian pesawat (load factor) di level stabil yaitu sebesar 84%. Secara finansial, Perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak penghasilan yang positif. pendapatan usaha yang positif serta biaya yang terkendali. Kami akan terus meningkatkan kinerja pada masa mendatang untuk memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham dan memberi layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

KONDISI PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI TAHUN 2017

Tahun 2017 dapat dimaknai sebagai tahun pemulihan ekonomi global. Perekonomian global tumbuh sebesar 3% setelah menyentuh titik terendahnya pada 2016. Sumber pertumbuhan diperoleh secara lebih merata baik di negara maju maupun negara berkembang. Hal ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas investasi, manufaktur dan konsumsi.

Di negara maju, perkembangan didorong oleh berlanjutnya proses perbaikan ekonomi Amerika Serikat seiring kondisi tenaga kerja dan investasi yang berangsur-angsur pulih. Membaiknya perekonomian Negeri Paman Sam mendorong Pemerintah AS melakukan normalisasi kebijakan moneter sejak Oktober 2017. Bank Sentral AS, The Federal Reserve menaikkan suku bunga The Fed di level 1,25% - 1.50% pada akhir tahun 2017. Langkah ini berpengaruh pada pergerakan nilai tukar mata uang negara lain terhadap dolar AS.

Perbaikan ekonomi turut dipicu oleh Eropa dan Jepang yang menunjukkan berlanjutnya proses pemulihan. Sementara di Asia, motor pertumbuhan digerakkan oleh perbaikan ekonomi Tiongkok setelah pemerintahnya fokus pada pertumbuhan domestik.

Peningkatan ekonomi dunia ini telah mendorong kenaikan harga-harga komoditas primer seperti minyak mentah, CPO dan batubara. Menguatnya harga komoditas, seperti batubara dan mineral memberi dampak positif bagi negara eksportir komoditas, termasuk Indonesia. Namun di satu sisi, kenaikan harga minyak ikut mendorong kenaikan harga bahan bakar. Hal itu berdampak pada industri penerbangan yang sepanjang tahuan 2017 mengalami tekanan dari sisi biaya bahan bakar.

Perbaikan ekonomi global ini telah mendorong perbaikan ekonomi nasional. Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada tahun 2017, tumbuh 5,07%. Pertumbuhan ekonomi domestik didorong kenaikan ekspor, investasi, dan belanja pemerintah sebagai akibat maraknya pembangunan infrastruktur, meski konsumsi rumah tangga masih dalam posisi melambat.

Pertumbuhan ekonomi kemudian diikuti dengan stabilnya indikator makro ekonomi lainnya yaitu cadangan devisa, neraca perdagangan Indonesia (NPI) yang mencatatkan surplus finansial dan surplus modal, serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Laju inflasi tercatat cukup rendah dan masih dalam level ekspektasi Bank Indonesia. Demikian pula dengan posisi nilai tukar yang terus menguat.

Meski hampir seluruh indikator makro ekonomi menunjukkan perbaikan, namun di sisi daya beli masyarakat mengalami tekanan. Hal itu berdampak pada sektor riil, termasuk industri penerbangan yang dalam catatan Kami mulai mengalami penurunan performa sejak 2016 lalu dengan meruginya beberapa maskapan penerbangan.

ANALISA INDUSTRI DAN BISNIS

Industri penerbangan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat pertumbuhan di atas rata-rata dibandingkan dengan negara lain. Hal ini memacu masing-masing maskapai penerbangan untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Berikut pangsa pasar penumpang maspakai penerbangan di Indonesia sampai September 2017:

Maskapai 2016 2017 (SEPTEMBER) GRAND TOTAL
AA Group 36,55% 36,46% 36,51%
Garuda Group 21,98% 21,99% 21,99%
Lion Group 9,97% 15,84% 13,01%
SQ Group 13,58% 11,58% 12,54%
JETSTAR 10,87% 9,49% 10,15%
Tigerair 3,22% 3,11% 3,17%
VIRGIN AUSTRALIA 1,92% 1,39% 1,65%
MH Group 1,91% 0,12% 0,98%
Grand Total 100,00% 100,00% 100,00%
Sumber : DGCA Report 2017.

Pertumbuhan jumlah penumpang penerbangan yang tinggi dapat terjadi karena adanya berbagai faktor, antara lain cukup tingginya pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN, terutama di Indonesia; pertumbuhan tingkat urbanisasi di Indonesia; peningkatan perjalanan domestik dan internasional pengembangan model bisnis Low-Cost Carrier (LCC); pembangunan infrastruktur bandarabandara; pengembangan usaha dan perdagangan ke berbagai kota yang mulai berkembang di Indonesia; dan dukungan pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dengan penetapan target 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019.

Meningkatnya minat masyarakat untuk menggunakan jasa penerbangan komersial akan menimbulkan dampak positif terhadap bisnis Perseroan. Melalui entitas anak yaitu PT Indonesia AirAsia (IAA), Perseroan berkomitmen untuk terus menghubungkan kota-kota di Indonesia dengan beragam destinasi di Asia Tenggara secara langsung, dan juga dengan destinasi Grup AirAsia lainnya di seluruh penjuru Asia Pasifik melalui konektivitas fly-thru.

Untuk mendukung misi tersebut, Perseroan meningkatkan jumlah armada yang dimiliki dan membuka rute-rute baru yang memberikan keuntungan yang optimal. Saat ini, IAA memiliki dan mengendalikan 18 pesawat dengan total 157 rute yang telah mendapatkan Surat Izin Angkutan Udara Niaga Berjadwal, yang terdiri dari 85 rute penerbangan domestik dan 72 rute penerbangan internasional. Hingga akhir tahun 2017, IAA telah mengoperasikan sebanyak 30.822 sektor penerbangan, memiliki kapasitas sebanyak 5.547.960 penumpang, dan melayani 4.634.001 penumpang.

LANGKAH STRATEGIS 2017

Perseroan memiliki kebijakan strategis pengembangan usaha yang telah diimplementasikan pada tahun 2017. Untuk memenangkan kompetisi di industri penerbangan yang semakin ketat, Perseroan melalui IAA telah menerapkan langkah-langkah strategis yang berakar pada model bisnis LCC, dengan implementasi dalam hal pengembangan jaringan rute, aspek komersial dan operasional.

Pengembangan model bisnis LCC dilakukan antara lain dengan mendayagunakan keunggulan Grup AirAsia dalam hal branding, sistem teknologi informasi (IT), shared services, fasilitas training, dan lain-lain. Perseroan juga hanya menggunakan satu tipe pesawat yang sama yaitu Airbus 320-200 untuk menekan biaya operasional, sewa, perawatan, suku cadang, dan pelatihan tenaga ahli.

Untuk rute penerbangan, Perseroan menetapkan langkah strategis dengan membangun konektivitas langsung antara kota-kota besar internasional dengan berbagai destinasi di Indonesia. Perseroan juga telah mengoperasikan rute-rute fly-thru baru dengan transit melalui hub internasional grup, yaitu Kuala Lumpur dan Bangkok, sehingga memperluas jaringan rute rute maskapai entitas anak dari Indonesia ke pasar-pasar potensial seperti India dan Tiongkok.

Sementara untuk aspek komersial, Perseroan telah menerapkan metodologi yang mutakhir dalam route revenue management yang didukung oleh sistem optimalisasi, tenaga profesional dan turut didukung oleh Center of Excellence di level grup. Hal ini mendorong Perseroan dapat mencapai keseimbangan yang optimal antara tingkat keterisian kursi pesawat (load factor) dan harga tiket. Perseroan juga melakukan brand rejuvenation dengan melakukan kampanye pemasaran yang memberi inspirasi serta menerapkan sistem pemesanan tiket secara online melalui aplikasi mobile dan situs web airasia.com.

Dalam aspek operasional, Perseroan antara lain telah melakukan berbagai inisiatif Continuous Improvement, baik dalam hal pengelolaan biaya, manajemen delay dan OTP, serta efisiensi proses. Seperti diketahui, IAA merupakan maskapai pertama yang memperkenalkan layanan pemesanan kursi, pembayaran, hingga check-in melalui aplikasi mobile.

KINERJA PERSEROAN 2017

Implementasi strategi bisnis yang telah dijalankan memberi dampak positif pada kinerja Perseroan. Sepanjang 2017, Perseroan mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp300,29 miliar atau meningkat signifikan sebesar 224,65% jika dibandingkan 2016 yang mencapai Rp92,49 miliar.

Perolehan laba tersebut dikontribusi oleh pendapatan usaha Perseroan sebesar Rp3,82 triliun. Perolehan pendapatan ini hampir setara dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,89 triliun. Hal ini dipengaruhi oleh kinerja entitas anak Perseroan yang terdampak oleh aktivitas Gunung Agung di Bali pada 2017.

Hingga akhir 2017, Perseroan memiliki total armada sebanyak 17 pesawat dengan jenis Airbus A320 dan telah mengoperasikan 30.822 sektor penerbangan dengan capaian load factor sebesar 84% dengan jumlah penumpang yang diangkut sebesar 4.634.001. Perseroan telah mengoperasikan 9 rute domestik dan 21 rute internasional yang dioperasikan melalui 4 Hub yaitu Jakarta, Denpasar, Medan dan Surabaya di pengujung tahun 2017.

Upaya efisiensi yang dilakukan Perseroan membuahkan hasil di mana beban usaha Perseroan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 7,14% dari Rp3,70 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp3,44 triliun pada tahun 2017, sehingga laba usaha mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 104,2%, dari Rp185,33 miliar menjadi Rp378,50 miliar.

Keberhasilan Perseroan memperbaiki kinerja keuangan juga tidak lepas dari langkah transformasi efisiensi kinerja operasional yang dilakukan sejak tahun 2016, di mana Perseroan memfokuskan strategi pada pengembangan rute-rute yang menghasilkan keuntungan tinggi serta mengoptimalkan aset dengan meningkatkan utilisasi armada pesawat.

KENDALA YANG DIHADAPI

Sejumlah tantangan yang dihadapi industri yang juga dirasakan Perseroan diantaranya adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang menjadi beban bagi Perseroan. Beban lainnya yang harus ditanggung Perseroan adalah kenaikan harga bahan bakar avtur yang dipicu oleh meningkatnya harga minyak dunia. Selain naiknya beban bahan bakar, Perseroan juga harus menghadapi kenaikan biaya produksi lainnya seperti biaya bandara dan navigasi yang membebani Perseroan.

Tantangan lainnya adalah menjaga dan meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan meminimalisasi risiko terjadinya kecelakaan. Untuk itu, Perseroan perlu melakukan pembenahan dan menempatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan sebagai aspek utama. Selain itu, pada akhir 2017, adanya letusan Gunung Agung di Bali cukup berpengaruh terhadap bisnis Perseroan.

Perseroan seperti halnya maskapai penerbangan lain juga menghadapi tantangan keterbatasan slot dan lahan parkir pesawat di bandara-bandara penunjang pariwisata utama seperti Jakarta dan Bali. Tingginya permintaan belum diimbangi dengan ketersedian slot dan lahan parkir pesawat yang memadai.

PANDANGAN USAHA KE DEPAN

Perekonomian telah menunjukkan pergerakan ke arah yang menjanjikan. Hal ini didukung oleh upaya prospektif pemerintah dalam menyusun berbagai strategi kebijakan untuk mendorong perekonomian. Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi yang diyakini akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor.

Proyeksi positif ini turut memberi harapan bagi prospek bisnis penerbangan di Indonesia. Perseroan meyakini, Indonesia menyimpan potensi pasar yang besar dengan keanekaragaman budaya dan wisata, wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar. Saat ini, Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke-4 di dunia. Selain itu, merupakan negara kepulauan dengan pusat perekonomian yang tersebar, sehingga ada permintaan yang besar untuk transportasi udara untuk mendukung perjalanan usaha, wisata, maupun pribadi.

Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan banyak tujuan wisata yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara. Bali adalah salah satu destinasi paling popular di Asia Tenggara dan memiliki permintaan yang sangat besar dan terus bertumbuh. Selain itu, banyak sekali tujuan-tujuan wisata baru yang bertumbuh dengan sangat pesat, seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Pada sisi lain, Pemerintah saat ini sangat mendukung berbagai upaya swasta dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Selain itu, dengan daya beli dan mobilitas masyarakat yang bertumbuh secara signifikan, maka akan mendorong permintaan untuk transportasi udara.

Berdasarkan hal tersebut, Perseroan berkeyakinan bahwa bisnisnya akan terus berkembang. Perseroan melalui IAA memiliki posisi yang cukup baik dalam peta persaingan maskapai berjadwal di Indonesia, terutama untuk penerbangan internasional. Frekuensi penerbangan internasional IAA adalah nomor dua di Indonesia setelah Garuda Indonesia.

AirAsia memiliki branding yang sangat kuat di wilayah Asia Pasifik, salah satunya dibuktikan dengan raihan predikat sebagai “Maskapai Berbiaya Hemat Terbak Dunia” selama 9 tahun berturut-turut dalam ajang penghargaan tahunan Skytrax World Airline Awards, sehingga IAA dapat menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara yang ingin mengunjungi Indonesia dengan LCC, begitu juga sebaliknya bagi masyarakat Indonesia untuk menjelajahi berbagai destinasi di Asia Pasifik.

Untuk mengoptimalkan peluang pertumbuhan pada tahun mendatang, Perseroan akan melaksanakan strategi rute dimana akan mengurangi rute-rute penerbangan yang kurang menguntungkan dan fokus pada rute-rute komersial. Upaya peningkatan pendapatan juga akan ditempuh antara lain melalui peningkatan pendapatan di luar dari penjualan kursi (ancillary income) per penumpang secara rata-rata, serta terus mengoptimalkan utilisasi armada pesawat.

KOMITMEN PADA TATA KELOLA

Kondisi bisnis yang menantang akan senantiasa dialami oleh pelaku usaha. Untuk menghadapinya, Perseroan harus memiliki strategi bisnis yang tepat dan senantiasa mengelola bisnis secara prudent, sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/ GCG).

Perseroan menyadari pentingnya penerapan GCG. Untuk itu, Perseroan memiliki komitmen untuk senantiasa berperilaku dengan memperlihatkan etika bisnis dan transparansi sesuai dengan peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam rangka penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) Perseroan telah memiliki struktur GCG yaitu Sekretaris Perusahaan, Unit Audit Intenal, Komite Audit dan Komite Nominasi dan Remunerasi, serta telah menunjuk Komisaris Independen dan Direktur Independen. Perseroan memastikan struktur GCG tersebut telah bekerja sesuai dengan mandatnya.

Upaya Perseroan dalam menegakkan tata kelola perusahaan yang baik juga tercermin dari langkah Perseroan dalam meningkatkan transparasi dan akuntabilitas yang lebih baik sebagai Perusahaan yang sudah melantai di bursa efek. Perseroan meyakini, praktik tata kelola perusahaan yang baik akan membuahkan kinerja dan pelayanan yang lebih baik bagi pelanggan, memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan publik dan perusahaan penerbangan berbiaya hemat terdepan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Sepanjang tahun 2017, Perseroan melakukan perubahan komposisi Direksi. Berikut komposisi Direksi Perseroan per 31 Desember 2017:

Presiden Direktur Dendy Kurniawan
Direktur Independen Dinesh Kumar

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Sumber Daya Manusia (SDM) berperan penting dalam mendorong performa Perseroan. Menyadari hal tersebut, Perseroan senantiasa melakukan pengembangan kompetensi SDM . Pengembangan yang dilakukan meliputi pelatihan dan peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM agar dapat sejalan dengan tuntutan perkembangan situasi bisnis dan kebutuhan Perseroan.

Pelatihan di antaranya diberikan kepada pilot maupun awak kabin serta staf operasional di darat. Khusus untuk pilot, Perseroan memfokuskan pelatihan dengan simulator Airbus di Kuala Lumpur di mana materi yang diajarkan sejalan dengan peraturan dan standar yang ditetapkan oleh regulator. Semua pilot AirAsia wajib mengikuti ujian sertifikasi dan pembaruan sertifikasi serta uji kesehatan yang diselenggarakan setiap 6 (enam) bulan sekali untuk menjaga kualitas operasional yang tinggi dan sesuai dengan ketentuan. Sampai dengan akhir 2017, Perseroan memiliki 1.819 karyawan.

Sementara untuk awak kabin, Perseroan memberikan pelatihan keselamatan dan pelayanan dengan standar yang tinggi sehingga dapat melayani dengan baik pada rute domestik maupun internasional. Awak kabin juga wajib melalui uji sertifikasi dan juga pembaruan sertifikasi yang dilakukan setahun sekali yang dilakukan oleh Perseroan serta uji kesehatan secara tahunan sesuai dengan peraturan. Terkait pembaruan sertifikasi, awak kabin berkewajiban untuk mengikuti pembaruan sertifikasi yang dilaksa

Pada aspek operasional, Perseroan terus mengembangkan kualitas layanan dengan senantiasa mengedepankan penerapan teknologi dalam berbagai lini, baik yang terkait secara langsung dengan pelayanan kepada penumpang maupun yang tidak langsung, dan memastikan penyerapan dan pemanfaatan teknologi tersebut bagi SDM Perseroan guna meningkatkan efisiensi dan kinerja komersial.

KOMITMEN PADA PEMBANGUNAN BERKELANJUTANAN

Perseroan menyadari keberlanjutan usaha tidak lepas dari dukungan masyarakat sebagai salah satu pemangku kepentingan. Untuk itu, Perseroan memperhatikan empat pilar pembangunan keberlanjutan yang menjadi tanggung jawab sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/ CSR) yaitu pembangunan SDM, sosial ekonomi, lingkungan hidup, dan tanggung jawab konsumen.

Pada tahun 2017, kegiatan keberlanjutan yang telah dilaksanakan Perseroan melalui entitas anak antara lain di bidang sosial kemasyarakatan dengan memberi santunan kepada anak yatim. Di bidang lingkungan, melakukan kampanye go green. Di bidang Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja (K3) melakukan pembangunan SDM dan menerima anak-anak magang. Perseroan juga memiliki service recovery sesuai dengan regulasi dalam bidang tanggung jawab terhadap konsumen.

TEKNOLOGI INFORMASI

Teknologi informasi merupakan hal penting dalam mendukung pelayanan dan operasional Perseroan. Memahami hal tersebut, Perseroan pun senantiasa melakukan perbaikan sistem dan teknologinya dalam mendukung peningkatan kinerja dan menekan biaya operasional.

Perseroan merupakan maskapai berbiaya hemat pertama yang menerapkan pemesanan secara online dan penggunaan tiket elektronik untuk mendukung efisiensi. Saat ini, sebagian besar pelanggan melakukan pemesanan kursi secara online melalui airasia.com. Tingginya antusiasme pelanggan dalam melakukan online booking ini mendorong Perseroan menyediakan platform melalui aplikasi mobile, baik di Android maupun iOS untuk mempermudah pelanggan menggunakan jasa penerbangan AirAsia.

Hingga kini, AirAsia merupakan maskapai pertama yang memperkenalkan aplikasi mobile untuk melakukan pemesanan, pembayaran, maupun check-in. AirAsia juga menjadi pelopor fasilitas check-in secara mandiri (self check-in), baik melalui situs web, aplikasi mobile, maupun kios check-in. Dengan dirilisnya automatic baggage drop system, pelanggan bahkan dapat mendaftarkan bagasinya untuk dibawa masuk ke dalam pesawat secara mandiri di beberapa bandara yang diterbangi oleh AirAsia. Berbagai terobosan ini efektif menekan biaya operasional Perseroan.

Masih dalam rangka mendukung operasional, Perseroan sudah menggunakan sistem dan teknologi berbasis cloud yang dilengkapi dengan disaster recovery center (DRC) yang ada di dalam cloud data center sehingga lebih efisien, terjamin, dan aman. Untuk mendukung kinerja sistem online dalam operasional, Perseroan juga memastikan ketersediaan tulang punggung infrastruktur yang solid dengan menggunakan teknologi dual homing yang berfungsi sebagai back up otomatis apabila terjadi gangguan jaringan internet.

APRESIASI

Menutup laporan ini, akhir kata atas nama Direksi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Pemegang Saham dan Dewan Komisaris atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Saya juga berterima kasih kepada para seluruh pelanggan, mitra kerja, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya yang terus mendukung upaya pencapaian kinerja kami. Kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan saya memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang telah dilakukan sehingga usaha Perseroan diyakini akan terus bertumbuh.

Kepercayaan dan dukungan yang telah diberikan sangat membantu bagi kami dalam membuka perjalanan baru melalui transformasi usaha yang akan terus berkembang, guna menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Melalui tranformasi ini, kami yakin untuk dapat memberikan layanan yang berkesinambungan kepada seluruh masyarakat Indonesia, sekaligus membangun perusahaan dengan sinergi yang kuat dan kinerja yang mumpuni.

Jakarta, April 2018

Atas Nama Direksi

DENDY KURNIAWAN

Direktur Utama