Profil Perusahaan


Tentang AirAsia Indonesia

PT AirAsia Indonesia Tbk (AAID) secara resmi menjadi perusahaan induk dari PT Indonesia AirAsia (IAA) pada 29 Desember 2017. PT AirAsia Indonesia Tbk yang sebelumnya dikenal dengan nama PT Rimau Multi Putra Pratama Tbk (RMPP) adalah perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nama dari RMPP menjadi AAID telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

PT AirAsia Indonesia Tbk melalui entitas anak PT Indonesia AirAsia (IAA) merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang usaha penerbangan komersial berjadwal. Sebagai perusahaan jasa penerbangan, Perseroan memiliki 1 (satu) kantor pusat dan mengoperasikan 33 kantor pelayanan dan penjualan yang tersebar di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan memuaskan kepada seluruh pelanggan dan para mitranya.

Struktur Grup Perusahaan

Tentang Air Asia Group

AirAsia sudah tidak asing lagi di Asia dan kawasan ASEAN. Sebagai maskapai bertarif rendah terbaik, AirAsia menghubungkan pengunjung dan destinasi melalui 293 rute; 90 diantaranya dikategorikan sebagai rute unik – rute-rute yang hanya dioperasikan oleh AirAsia Group. Di tahun 2017, AirAsia Group, mencakup AirAsia Group Berhad (Kelompok Maskapai Gabungan dari AirAsia Malaysia, AirAsia Indonesia, AirAsia Philippines, AirAsia Thailand, AirAsia India, dan AirAsia Japan), menguatkan posisinya sebagai pemimpin industri penerbangan melalui dua tonggak sejarah: menerbangkan 435 juta penumpang dan melipatgandakan armadanya dari 2 pesawat di tahun 2001 menjadi 205 pesawat di akhir 2017.

Kisah AirAsia berawal dari sebuah maskapai yang bermodalkan dua pesawat udara yang melayani enam rute di Malaysia pada bulan Januari 2002. Enam belas tahun kemudian, AirAsia melangit menjadi sebuah maskapai yang melayani lebih dari 119 destinasi di 21 negara. Kini, AirAsia memiliki lebih dari 20.000 orang karyawan dengan kapitalisasi pasar senilai lebih dari RM14,6 miliar atau sekitar Rp 52 triliun (per 28 Februari 2018). Sebagai maskapai tunggal yang Truly ASEAN, AirAsia menjangkau 3,3 miliar orang melalui 23 hub di enam negara – Kuala Lumpur, Kota Kinabalu, Kuching, Penang, Johor Bahru, dan Langkawi di Malaysia; Bangkok, Phuket, Chiang Mai, Krabi, U-Tapao (Pattaya), dan Hat Yai di Thailand; Jakarta, Bali, Medan, dan Surabaya di Indonesia; Manila, Kalibo (Boracay), dan Cebu di Filipina; Bengaluru, Delhi, dan Kolkata di India; dan Nagoya di Jepang.

Petualangan kami untuk merakyatkan perjalanan udara berawal saat Tune Air Sdn. Bhd., – didirikan pada tahun 2001 oleh Tan Sri Tony Fernandes, Dato' Pahamin Ab. Rajab, Datuk Kamarudin Meranun, dan Dato' Aziz Bakar – mengambil alih maskapai AirAsia yang saat itu terbelit utang dari HI COM Holdings Berhad (sekarang DRB-HICOM Berhad) dengan harga simbolis sebesar RM1, setara dengan Rp3.500. Tune Air dengan cepat melunaskan utang, melakukan rebranding, dan meluncurkan ulang AirAsia sebagai maskapai bertarif rendah.

Model usaha AirAsia Group bertumpu pada filosofi tarif rendah yang menekankan pada operasi yang ramping, sederhana, dan efisien. Kami menerapkan sejumlah strategi pokok untuk mencapai hal tersebut, seperti:

  • Pendayagunaan Pesawat Udara yang Tinggi

    AirAsia berfokus pada jumlah penerbangan yang tinggi dan waktu perputaran yang cepat. Kedua hal ini meningkatkan kenyamanan penumpang dan mampu memaksimalkan efisiensi biaya. Waktu perputaran kami hanyalah 25 menit – tercepat se-Asia Tenggara.

  • Tarif Rendah, Tanpa Embel-embel

    Kami tidak menawarkan program loyalitas atau lounge di bandara demi tarif yang rendah. Penumpang kami dapat membeli makanan, cemilan, atau minuman di dalam pesawat.

  • Jaringan Penerbangan Langsung

    Seluruh penerbangan jarak pendek AirAsia (waktu tempuh empat jam atau kurang) dan jarak menengah dan jauh AirAsia X adalah non-stop. Dengan begitu, kami dapat mengurangi penggunaan awak darat, infrastruktur fisik, dan fasilitas di bandara transit.

Pada Desember 2004, kami memutuskan untuk mengganti armada Boeing 737 yang sudah berumur dengan Airbus A320 yang mampu mengangkut lebih banyak penumpang, lebih hemat bahan bakar, lebih andal, dan lebih efisien biaya. Hari ini, AirAsia Group mengoperasikan 205 pesawat Airbus A320 – jumlah armada terbanyak dan terbaru di Asia Tenggara. Dari 205 pesawat udara tersebut, kami mengoperasikan 183 Airbus A320ceo dan 22 Airbus A320neo. AirAsia Group berencana untuk menggandakan armada pesawat narrow-body menjadi 500 pesawat hingga tahun 2027.

Dijalankan secara bersamaan, strategi-strategi tersebut berhasil menjadikan AirAsia sebagai maskapai dengan tarif paling rendah di dunia, dengan cost per available seat kilometre (cost/ASK) sebesar 3,07 sen Dollar AS pada tahun buku 2017. Terlebih lagi, angka tersebut diperoleh tanpa mengabaikan keselamatan penerbangan. Bagi AirAsia, keselamatan operasional adalah prioritas tertinggi dan kami mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh badan-badan pengatur di negara manapun kami beroperasi. AirAsia Group bekerja sama dengan penyedia perawatan pesawat udara terkemuka agar armadanya selalu dalam kondisi terbaik.

Pemanfaatan teknologi yang inovatif berperan penting dalam kisah sukses AirAsia. Berawal dari pemesanan online, AirAsia adalah maskapai pertama di Asia yang menawarkan penerbangan tanpa tiket sejak Maret 2002 dan memungkinkan penumpangnya membayar pesanan via telepon menggunakan kartu kredit. Seiring berjalannya waktu, AirAsia mengembangkan platform ITnya untuk terus memudahkan traksaksi para penumpang dan meningkatkan penghematan operasionalnya. Di tahun 2010, AirAsia menawarkan inovasi dalam teknologi pemesanan online melalui peluncuran New Skies, sebuah solusi agar pelanggan kami dapat mengelola pemesanannya dengan lebih mudah lagi. Seiring meluasnya penggunaan jejaring sosial, inisiatif hubungan pelanggan AirAsia Group tidak terpisahkan dari Facebook, Twitter, dan blog. Tidak dapat dipungkiri bahwa AirAsia adalah maskapai paling populer di Asia Tenggara berdasarkan jumlah pengikut di Facebook.

Dengan berpegang teguh pada praktik-praktik terbaik, penghargaan-penghargaan yang kami dapatkan merupakan bentuk pengakuan atas kinerja baik AirAsia Group. Mungkin penghargaan yang paling kentara adalah penobatan AirAsia sebagai Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik Dunia dari Skytrax sebanyak sepuluh kali berturut-turut sejak 2009 hingga 2018. Penghargaan dari Skytrax tersebut mencerminkan opini sekitar 20 juta penumpang di seluruh dunia yang disurvei oleh konsultan penerbangan asal Inggris tersebut. AirAsia merasa bangga atas pengakuan tersebut dan berkomitmen untuk memenuhi harapan para penumpangnya dengan terus menekan biaya, menawarkan pelayanan terbaik, dan meraih tingkat efisiensi tertinggi seraya terus melebarkan sayapnya di angkasa.