Laporan Dewan Komisaris


Meskipun dihadapkan oleh berbagai rintangan, Dewan Komisaris menilai Direksi telah dapat menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dengan mencatatkan titik balik bagi Perseroan untuk tetap bertahan. Kami berharap, Perseroan akan kembali mencatatkan rekor-rekor pencapaian yang optimal dan kembali bangkit di tahun mendatang untuk menjadi maskapai nomor satu di Indonesia dan dunia.

Para Pemegang Saham yang terhormat

Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa, karena AirAsia Indonesia berhasil melalui tahun 2022 yang penuh dinamika dan ketidakpastian sebagai dampak dari melemahnya perekonomian dunia pasca-pandemi COVID-19. Berbagai strategi dan inisiatif strategis telah dijalankan oleh Perseroan sehingga AirAsia Indonesia mampu mempertahankan posisi sebagai maskapai terbaik di kelasnya dan bersiap untuk memanfaatkan segala peluang di masa mendatang.

Tinjauan Makroenonomi dan Industri

Seiring dengan kondisi pandemi COVID-19 yang semakin terkendali, semakin banyak negara yang melonggarkan restriksi sosial dan menyatakan bahwa pandemi telah beralih statusnya menjadi endemi. Pada akhir tahun 2022, kasus COVID-19 global mengalami tren penurunan yang signifikan yang berdampak pada perbaikan pertumbuhan perekonomian global.

Meskipun demikian, secara agregat, pertumbuhan ekonomi global diprediksi mengalami perlambatan seiring dengan peningkatan risiko dan ketidakpastian. IMF memproyeksikan pertumbuhan dunia melambat dari 6,0% di tahun 2021 menjadi 3,2% di tahun 2022 dan kembali melambat menjadi 2,7% di tahun 2023. Selama tahun 2022, pertumbuhan global terus mengalami revisi ke bawah yang disebabkan oleh tensi geopolitik Ukraina dan Rusia, tekanan inflasi tinggi yang berkepanjangan serta pengetatan moneter yang agresif.

Pada tahun 2022, terdapat beberapa kali eskalasi ketegangan antara Rusia dan Ukraina yang masih terus berlangsung. Dengan posisi kedua negara tersebut sebagai produsen utama dunia untuk komoditas energi dan pangan, situasi perang dan sanksi yang dijatuhkan telah menyebabkan krisis pangan, energi dan selanjutnya finansial secara global (Outlook Perekonomian Indonesia, Nov 2022). Kenaikan harga komoditas pangan juga sempat mendorong larangan ekspor di beberapa negara produsen. Kenaikan harga komoditas serta gangguan rantai pasok di tengah meningkatnya permintaan memicu peningkatan inflasi di sejumlah negara maju maupun berkembang. Secara umum, hal tersebut pun memicu pengetatan likuiditas global terutama pada bank-bank sentral di negara maju.

Bank sentral di sejumlah negara maju telah menarik dukungan moneter dan menaikkan suku bunga dengan agresif. Otoritas moneter Amerika Serikat, The Fed, kembali menaikkan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) sebanyak 50 basis poin (bps) menjadi 4,5% pada Desember 2022. Secara total, di tahun 2022, FFR sudah naik sebesar 425 bps atau menjadi yang paling agresif dalam beberapa dekade terakhir. Tren kenaikan suku bunga di Eropa dan Inggris juga masih berlanjut, hingga masing-masing berada di tingkat 2,5 persen dan 3,5 persen menjelang akhir tahun 2022. Sementara itu, perekonomian Tiongkok juga masih menghadapi tekanan seiring masih berlakunya kebijakan Zero COVID-19.

Sementara dunia dilanda krisis, perekonomian nasional mengalami pertumbuhan yang positif. Menurut Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi IV Tahun 2022, PDB nasional tumbuh kuat sebesar 5,7% pada triwulan III-2022 (yoy) atau tumbuh sebesar 5,7% (qtq) terhadap triwulan II-2022. Tingkat inflasi nasional tercatat tidak setinggi yang telah diperkirakan. Inflasi IHK pada bulan Oktober 2022 tercatat 5,71% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan September 2022 sebesar 5,95% (yoy).

Pada sektor transportasi serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh melesat di triwulan III-2022. Masing-masing mengalami pertumbuhan sebesar 25,8% dan 17,8% (yoy) yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas wisata. Peningkatan aktivitas wisata terlihat dari tingkat penghunian kamar hotel rata-rata sebesar 49,06 persen dan data jumlah penumpang penerbangan domestik yang melonjak hingga 181 persen (yoy) di triwulan III.

Selain itu, menurut data BPS, jumlah penumpang di seluruh moda transportasi mengalami peningkatan baik secara y-o-y maupun c-to-c. Dengan dibukanya kembali hampir seluruh bandara internasional, penyelenggaraan acara internasional, dan pelonggaran aktivitas mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat selama tahun 2022. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara naik sebesar 384,12% (yoy). Sementara itu rata-rata TPK Hotel Bintang meningkat 6,20% (yoy).

Penilaian Terhadap Kinerja Direksi

Dalam rangka penyempurnaan kinerja Perseroan secara berkelanjutan, kami selaku jajaran Dewan Komisaris secara rutin melakukan penilaian atas kinerja Direksi. Penilaian ini dijadikan sebagai acuan untuk evaluasi secara komprehensif berbagai kebijakan dan strategi pengelolaan bisnis yang tepat di masa mendatang. Kami mengapresiasi upaya Direksi dalam mempertahankan kelangsungan bisnis Perseroan yang tercermin dari pencapaian target dan sasaran bisnis yang telah ditetapkan.

Per tanggal 31 Desember 2022, Perseroan telah meraih 3,25 juta penumpang, naik signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 801,67 penumpang. Raihan penumpang ini didukung oleh kapasitas kursi yang juga meningkat, mencapai 4,12 juta kursi pada tahun 2022. Dengan raihan tersebut, Perseroan berhasil membukukan pendapatan yang meningkat sebesar 503,92% dibandingkan tahun 2021, dengan total aset sebesar 5,36 triliun.

Dengan adanya krisis dan ketidakpastian perekonomian global, Perseroan mengalami kenaikan beban di tahun 2022. Realisasi beban usaha Perseroan pada tanggal 31 Desember 2022 adalah Rp5,10 triliun, mengalami kenaikan dibandingkan dengan realisasi tahun 2021 sebesar Rp2,30 triliun. Kenaikan beban usaha tersebut terutama disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar yang menyebabkan beban bahan bakar Perseroan pun meningkat.

Meskipun dihadapkan oleh berbagai rintangan, Dewan Komisaris menilai Direksi telah dapat menjalankan tugasnya dengan sangat baik, dengan mencatatkan titik balik bagi Perseroan untuk tetap bertahan. Kami berharap Perseroan akan kembali mencatatkan rekor-rekor pencapaian yang optimal dan kembali bangkit di tahun mendatang untuk menjadi maskapai nomor satu di Indonesia dan dunia.

Mekanisme Pengawasan atas Implementasi Strategi Perseroan

Dewan Komisaris memiliki fungsi pengawasan atas seluruh pengelolaan bisnis yang dijalankan oleh Direksi. Hal tersebut mengacu pada Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Oleh karena itu, kami selaku Dewan Komisaris secara rutin melakukan pengawasan dengan meninjau secara berkala seluruh strategi yang akan maupun telah disusun dan diimplementasikan oleh Direksi. Mekanisme pemantauan dan pengawasan tersebut dilaksanakan melalui rapat-rapat, baik rapat Dewan Komisaris maupun rapat gabungan dengan Direksi.

Selama tahun 2022, Kami melihat bahwa rencana dan strategi yang telah ditetapkan oleh Direksi untuk melakukan efisiensi merupakan rencana yang ideal untuk diterapkan. Kami menilai Direksi cukup agresif dalam mengambil langkah inovatif dan adaptif untuk melalui krisis selama dan pasca-pandemii. Selain itu, dengan adanya relaksasi pembatasan perjalanan, permintaan perjalanan baik Domestik maupun Internasional telah meningkat secara signifikan. Hal ini dimanfaatkan oleh Perseroan untuk memperlaus kembali jangkauan maskapai agar dapat mengakomodir seluruh permintaan. Dengan demikian, pada tahun 2022, Perseroan berhasil meluncurkan 5 (lima) rute domestik baru yakni:

  • Bandung – Medan,
  • Balikpapan – Denpasar,
  • Banda Aceh – Medan,
  • Jakarta – Silangit, dan
  • Denpasar – Medan.

Kami menilai Direksi cukup agresif dalam mengambil langkah inovatif dan adaptif untuk melalui krisis selama dan pascapandemi.

Kami sangat mengapresiasi kerja keras Direksi sehingga Perseroan pada tahun ini dapat kembali bangkit secara inovatif dan efektif untung menyongsong keberhasilan di tahun mendatang.

Penilaian atas Penerapan Tata Kelola Perseroan yang Baik

Kami menilai bahwa penerapan Tata Kelola Perseroan yang Baik atau Good Coorporate Governance (GCG) merupakan hal yang fundamental yang akan meningkatkan nilai tambah bagi Perseroan maupun seluruh pemangku kepentingan. GCG merupakan sistem yang perlu diterapkan di seluruh lini bisnis Perseroan untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas Perseroan.

Kami mengapresiasi upaya Direksi dalam meningkatkan pemahaman mengenai penerapan GCG di lingkungan Perseroan yang telah berjalan dengan baik dengan telah terimplementasinya roadmap GCG Perseroan. Kami memandang bahwa, Perseroan telah melaksanakan penyesuaian dan pemenuhan GCG dengan mengacu pada prinsip-prinsip GCG, serta mengkomunikasikan kembali Pedoman Kode Etik dan AirAsia Corporate Culture baik kepada karyawan baru maupun karyawan lama.

Pandangan atas Efektivitas Sistem Pelaporan Pelanggaran

Sistem Pelaporan Pelanggaran atau Whistleblowing System (WBS) memiliki fungsi dalam mengidentifikasi dugaan kecurangan maupun pelanggaran, praktik korupsi maupun gratifikasi, serta pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh karyawan maupun jajaran manajemen Perseroan. WBS terus disosialisasikan kepada seluruh insan Perseroan untuk penerapannya yang lebih optimal di masa mendatang.

Selama tahun 2022, Dewan Komisaris tidak menerima adanya laporan pelanggaran yang dilakukan oleh karyawan maupun jajaran manajemen Perseroan. Hal tersebut merupakan salah satu indikator bahwa WBS Perseroan berjalan dengan baik dengan berdasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pandangan atas Prospek Usaha

Sehubungan dengan dicabutnya kebijakan pembatasan sosial, industri pariwisata kembali menggeliat dan menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia telah mencapai 3,92 juta orang atau melampaui target optimistis atau batas atas yang ditetapkan yaitu sekitar 3,6 juta orang hingga Oktober 2022. Hasil tersebut menghasilkan nilai devisa pariwisata sebesar $4,26 miliar. Tren positif juga terjadi pada jumlah wisatawan domestik yang mengalami peningkatan sebesar 15 persen di mana terdapat 633 hingga 733 juta perjalanan domestik sepanjang tahun.

Oleh karena itu, kami berpandangan bahwa Perseroan memiliki prospek usaha yang cerah di masa mendatang. Kami berharap, Perseroan dapat memanfaatkan peluang bisnis yang ada demi mempertahankan momentum pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Kami juga mengimbau kepada Direksi untuk senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyusun strategi dan inovasi dengan mempertimbangkan kondisi eksternal.

Perubahan Komposisi Dewan Komisaris

Selama tahun 2022, Perseroan mengalami perubahan komposisi Dewan Komisaris dengan susunan sebagai berikut.

Periode 1 Januari-6 Juli 2022

Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Masa Jabatan
Kamarudin bin Meranun Komisaris Utama RUPST 24 Mei 2018 29 Desember 2017 – 6 Juli 2022
Agus Toni Sutirto Komisaris Independen RUPSLB 21 Desember 2017 29 Desember 2017 – 6 Juli 2022

Periode 6 Juli-31 Desember 2022

Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Masa Jabatan
Tharumalingam Kanagalingam Komisaris Utama RUPST 6 Juli 2022 6 Juli 2022 – 6 Juli 2027
Reza Viryawan Komisaris RUPSLB 25 Oktober 2022 25 Oktober 2022 – 25 Oktober 2027
Sabam Hutajulu Komisaris Independen RUPSLB 25 Oktober 2022 25 Oktober 2022 – 25 Oktober 2027

Penutup

Sebagai penutup, izinkan kami untuk mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham yang telah memberikan kepercayaan kepada kami dalam menjalankan tugas pengawasan atas pengelolaan usaha Perseroan oleh Direksi. Tak lupa, apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Direksi, jajaran manajemen, serta seluruh karyawan yang telah mencurahkan tenaga dan upaya untuk mengoptimalkan kinerja operasional maupun keuangan Perseroan. Kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan penumpang setia AirAsia Indonesia yang telah memberikan kepercayaan serta dukungan tak terhingga terhadap kinerja Perseroan. Semoga kerja sama yang baik selama ini dapat terus terjalin di masa mendatang.

Jakarta, 12 Mei 2023

Tharumalingam Kanagalingam

Komisaris Utama