Laporan Direksi


Di tengah pandemi, Perseroan menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat guna mempertahankan kelangsungan usaha. Hal ini terlihat dari berbagai inovasi penghematan biaya, sambil tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan karyawan. Pada tahun 2021, dengan sinyal perbaikan industri dan perekonomian, Perseroan siap memulihkan operasinya, menjawab permintaan pasar setelah masa hibernasi selesai, dan melanjutkan inisiatif digital.

Sejalan dengan tren digitalisasi, Perseroan terus berkolaborasi dengan Group untuk mengembangkan penawaran produk perjalanan di dalam ekosistem airasia Super App seperti pengembangan fitur SNAP (penerbangan dan hotel) untuk memenuhi kebutuhan perjalanan konsumen baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Pemegang Saham yang Terhormat,

Pandemi yang belum usai berdampak terhadap kinerja bisnis AirAsia Indonesia pada tahun 2021 yang masih tertekan, terutama dari sisi pendapatan penumpang. Dalam kondisi industri penerbangan sipil komersial yang belum sepenuhnya kondusif, Perseroan melanjutkan strategi adaptasi dan inovasi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

AirAsia Indonesia tetap fokus pada pasar domestik yang diiringi dengan penambahan rute penerbangan secara bertahap. Dari sisi aspek operasional, Perseroan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan mewajibkan program vaksinasi bagi karyawan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan semua pihak.

Strategi pengembangan platform airasia.com terus dilakukan melalui berbagai promosi dan program remarketing untuk meningkatkan transaksi digital. Selain itu, Perseroan juga meningkatkan kolaborasi dengan mitra-mitra strategis untuk menjaga kelangsungan usaha.

Tinjauan Perekonomian

Respons kebijakan moneter dan fiskal di banyak negara yang memberikan insentif untuk menangani pandemi merupakan faktor penting yang mendukung pemulihan perekonomian dunia. Selain itu, pelonggaran mobilitas seiring dengan meluasnya cakupan vaksinasi turut menggerakkan perekonomian global. World Bank merilis pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,5% di tahun 2021, lebih baik dibanding tahun 2020 yang terkontraksi sebesar 3,3%.

Sejalan dengan pemulihan ekonomi dunia, harga komoditas energi dan komoditas pangan meningkat karena permintaan yang tinggi di tengah keterbatasan pasokan. Kondisi ini menyebabkan kenaikan tingkat inflasi yang dikhawatirkan dapat mengoreksi pertumbuhan ekonomi pada tahun mendatang. Harga bahan bakar pesawat turut meningkat sepanjang tahun 2021.

Perekonomian Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp16.970,8 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp62,2 juta atau US$4.349,5 di tahun 2021. Ekonomi Indonesia pada tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69% lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07%.

Struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor industri pengolahan; pertanian, kehutanan, dan perikanan; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; konstruksi serta pertambangan dan penggalian. Sementara dari sisi pengeluaran, struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

Laju inflasi tercatat sebesar 1,87% secara tahunan di tahun 2021, dan surplus neraca pembayaran Indonesia mencapai US$13,5 miliar pada tahun 2021, lebih tinggi dari tahun 2020 sebesar US$2,6 miliar.

Analisis Industri dan Bisnis

Pelonggaran mobilitas dan kembali dibukanya bandara internasional di sejumlah negara secara bertahap menyebabkan industri penerbangan komersial tumbuh lebih baik di tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

International Air Transport Association (IATA) dalam laporan terbarunya mengungkapkan permintaan penerbangan yang diukur berdasarkan revenue passenger kilometers (RPK), meningkat sebesar 79,5% secara tahunan., lebih baik dibanding tahun 2020 yang turun 65,9%. Selain itu, peningkatan juga terjadi pada kapasitas, yang diukur berdasarkan available seat kilometers (ASK), sebesar 45,5% secara tahunan, lebih tinggi dari tahun 2020 yang turun 56,5%. Adapun passenger load factor (PLF) naik 13,7% di tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 yang turun 17,8%.

Sementara ditinjau dari kinerja per kawasan, data IATA menunjukkan hampir seluruh kawasan, kecuali Asia Pasifik, menunjukkan lalu lintas perhubungan udara yang tumbuh positif sepanjang tahun 2021. Kondisi ini memberi optimisme pada masa depan industri dengan asumsi tidak ada gelombang pandemi berikutnya.

Di Indonesia, sektor transportasi udara berdasarkan data BPS turun sebesar 53,06% secara tahunan di tahun 2021. Penurunan ini disebabkan adanya larangan penerbangan selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada pertengahan tahun. Meski demikian, sejak adanya pelonggaran mobilitas seiring dengan penurunan kasus Covid-19, sektor transportasi mulai menunjukkan pemulihan.

Pada kuartal IV tahun 2021, jumlah penumpang pesawat udara domestik dan internasional, naik sebesar 155,32% (quarter-to-quarter) dan naik sebesar 18,23% (year-on-year). Peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas individu baik untuk keperluan bisnis maupun wisata.

Langkah Strategis Tahun 2021

AirAsia Indonesia senantiasa memprioritaskan keselamatan karyawan dan penumpang di tengah pandemi yang masih berlangsung. Untuk itu, Perseroan mewajibkan karyawan mengikuti program vaksinasi dua tahap sesuai program pemerintah dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat. Perseroan juga telah melaksanakan aturan dari regulator tentang persyaratan terbang bagi penumpang.

Pengembangan pasar domestik tetap menjadi prioritas utama Perseroan selain melayani penerbangan internasional terutama di rute-rute yang memberikan pendapatan tinggi. Selain itu, Perseroan mengoptimalkan channel distribusi yang dimiliki untuk memperluas cakupan layanan baik secara daring maupun luring.

Untuk memfasilitasi penerbangan domestik yang aman dan sehat, AirAsia melakukan integrasi aplikasi AirAsia dengan PeduliLindungi. Dengan fasilitas ini, proses filter penumpang sesuai dengan ketentuan perjalanan yang berlaku dapat dilakukan dengan ‘seamless’.

Sejalan dengan tren digitalisasi Perseroan terus mengembangkan platform aplikasi super ASEAN airasia.com seperti pengembangan fitur SNAP (penerbangan dan hotel) untuk memenuhi kebutuhan perjalanan konsumen baik di pasar domestik maupun mancanegara. Selain itu mengembangkan fitur OTA AirAsia yang menawarkan lebih banyak koneksi dan destinasi baik domestik maupun internasional kepada konsumen dengan menggunakan maskapai mana saja.

Program promosi melalui aplikasi digital tetap dilakukan seperti ASEAN Unlimited yang menawarkan promosi terbang ke destinasi di ASEAN dan Indonesia dengan harga murah dengan jangka waktu satu tahun. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin melakukan perjalanan wisata maupun keperluan lainnya.

Untuk meningkatkan pangsa pasar Perseroan di industri, AirAsia Indonesia sebagai maskapai berbiaya rendah modern yang berbasis teknologi memperluas kemitraan dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perbankan, PHRI, dan media.

Perseroan juga terus mengembangkan layanan charter penumpang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan baik perorangan, perusahaan maupun organisasi seperti liburan, perawatan medis, kunjungan, perjalanan bisnis, MICE, dan company retreat ke berbagai tujuan dan tidak terbatas hanya pada rute yang telah ada.

Tak hanya melayani penerbangan, AirAsia juga menyediakan pilihan solusi bagi berbagai kebutuhan terkait pengajuan izin penerbangan, persyaratan, regulasi, serta penanganan penumpang di destinasi.

Selain melayani charter penumpang, layanan charter kargo AirAsia juga hadir untuk menjawab kebutuhan pengiriman logistik untuk berbagai jenis barang, seperti komoditas ekspor dan impor, barang segar seperti sayuran, seafood atau buah-buahan, paket belanja online, barang pos, serta muatan khusus dengan standar penanganan tertinggi sampai di tujuan.

Kinerja Tahun 2021

Dalam kondisi industri yang belum pulih, pendapatan usaha turun sebesar 61,14% menjadi Rp626,00 miliar di tahun 2021 dari tahun 2020 sebesar Rp1.610,97 miliar. Penurunan ini disebabkan turunnya pendapatan penumpang sebesar 68,58%. Meski pendapatan penumpang turun, namun pendapatan kargo naik sebesar 23,23% menjadi Rp75,03 miliar dan pendapatan charter naik sebesar 229,86% menjadi Rp70,58 miliar.

Peningkatan pendapatan di bisnis charter dikarenakan keberhasilan AirAsia Indonesia melayani lebih dari 240 penerbangan charter termasuk untuk kebutuhan mobilitas pekerja maupun pengiriman logistik dan e-commerce seiring dengan meningkatnya transaksi perdagangan digital.

Efisiensi yang terus berlanjut berdampak pada turunnya beban usahaneto sebesar 48,01% menjadi Rp2,29 triliun di tahun 2021 dari tahun sebelumnya Rp4,41 triliun. Penurunan terbesar pada komponen bahan bakar yang turun sebesar 73,41% disebabkan sempat terhentinya operasional penerbangan pesawat mengikuti aturan dari pemerintah.

Penurunan beban usaha belum bisa mengompensasi turunnya pendapatan penumpang sehingga AirAsia Indonesia masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp2,34 triliun di tahun 2021. Meski mengalami kerugian namun jumlahnya terus turun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp2,75 triliun.

Dari sisi operasional, ASK turun sebesar 61% secara tahunan menjadi 1.401 dibandingkan tahun 2020 sebesar 3.615. Perseroan melayani 19 rute domestik dan 5 rute internasional di tahun 2021 dibanding tahun 2020 sebanyak 17 rute domestik dan 5 rute internasional. Tingkat keterisian setahun turun 4,4 pts menjadi 63,8% dari tahun sebelumnya sebesar 68,2%. Jumlah penumpang turun 63% menjadi 802 ribu dari 2,15 juta penumpang pada tahun 2020.

Tantangan yang Dihadapi

Perseroan menghadapi sejumlah tantangan dalam mengelola usahanya terutama dampak pandemi Covid-19. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus, Perseroan menghentikan operasional penerbangan pada periode Juli-September 2021 sesuai aturan dari regulator. Kondisi ini berdampak terhadap pendapatan penumpang yang menurun. Selanjutnya, sejak Oktober 2021 pemerintah mengizinkan perusahaan maskapai untuk kembali beroperasi.

Meski sudah beroperasi normal, namun kondisinya belum ideal karena masih adanya pembatasan kapasitas penumpang di pesawat dan adanya pelarangan perjalanan. Selain itu, perbatasan internasional masih ada yang ditutup sehingga menghambat lalu lintas penerbangan komersial. Pandemi juga telah mengubah kebiasaan konsumen yang mengurangi perjalanan non-esensial. Kondisi ini turut memengaruhi penurunan jumlah penumpang pesawat. Kenaikan harga bahan bakar pesawat juga merupakan tantangan yang dihadapi oleh Perseroan.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, AirAsia Indonesia melakukan inovasi seperti meningkatkan layanan charter dan kargo; mengembangkan aplikasi super ASEAN airasia.com lewat berbagai promosi perjalanan yang menarik ke berbagai destinasi dan memperluas kemitraan strategis dengan sejumlah pihak seperti regulator dan pelaku bisnis pariwisata.

Prospek Usaha

Pemulihan ekonomi Indonesia diprediksi akan berlanjut dengan realisasi pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan penanganan pandemi yang semakin baik seperti cakupan vaksinasi yang meluas sehingga berdampak pada pelonggaran mobilitas individu.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi dan peningkatan mobilitas, industri penerbangan komersial berjadwal diprediksi akan tumbuh lebih baik. Selain itu, pada tahun 2022 event berskala besar yang digelar di Indonesia juga akan semakin meningkat. Perseroan akan terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan usaha tersebut melalui inovasi dan peningkatan kualitas layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin dinamis.

Perseroan akan terus mengembangkan aplikasi super ASEAN airasia. com dengan menambah fitur dan program promosi yang menarik untuk meningkatkan penetrasinya di industri penerbangan komersial. Kolaborasi dengan pihak terkait juga akan terus ditingkatkan untuk memperluas cakupan layanan. Dukungan dari Capital A ( dahulu AirAsia Group Berhad) semakin menambah optimisme Perseroan bahwa usahanya akan semakin berkembang.

Komitmen pada Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Perseroan berkomitmen menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dalam kerangka kerja yang meliputi struktur tata kelola, proses tata kelola dan hasil tata kelola. Pelaksanaan GCG ini dilakukan untuk memastikan terciptanya pengalaman pelanggan berdasarkan praktik terbaik Grup AirAsia termasuk memastikan keselamatan para pengguna maskapai Perseroan.

Komitmen Perseroan dalam menerapkan GCG diantaranya ditunjukkan dengan penyelesaian audit keselamatan operasional yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA), atau yang dikenal dengan IATA Operational Safety Audit (IOSA) yang mencakup bidang operasional dan fungsional maskapai termasuk namun tidak terbatas pada organisasi dan sistem manajemen, operasional penerbangan, pengendalian operasional dan flight dispatch, teknis dan perawatan pesawat, operasional kabin, operasional ground handling, operasional kargo, pengelolaan keselamatan dan keamanan.

Dari sisi struktur tata kelola, Perseroan memiliki organ utama seperti RUPS, Dewan Komisaris dan Direksi yang telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Selain organ utama Perseroan memiliki organ pendukung GCG seperti Sekretaris Perusahaan, Satuan Pemeriksa Internal, dan Komite Audit serta Komite Nominasi dan Remunerasi.

Perseroan bertekad terus meningkatkan kualitas penyempurnaan GCG seperti peningkatan sistem pengendalian internal dan pengelolaan risiko dan mematuhi seluruh peraturan dan perundangundangan yang berlaku.

Perubahan Komposisi Direksi

Pada tahun 2021, terjadi perubahan komposisi Direksi Perseroan. Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun 2021, menyetujui pengunduran diri Bapak Dinesh Kumar dari jabatannya selaku anggota Direksi Perseroan dan menyetujui pengangkatan Ibu Indah Permatasari Saugi sebagai Direktur Perseroan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Baapk Dinesh Kumar selama bergabung di Perseroan dan mendoakan yang kesuksesan untuk beliau.

Pengelolaan Sumber Daya Manusia

Perseroan berpandangan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian target bisnis yang telah ditetapkan. Perseroan telah memiliki kebijakan manajemen SDM yang fokus pada menciptakan kondisi dan situasi lingkungan kerja yang harmonis, kondusif serta penyetaraan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri. Hal ini didukung oleh kebijakan SDM lainnya seperti Rekrutmen, Penilaian Kinerja, Compensation and Benefit dan Talent Management.

Perseroan melakukan rekrutmen karyawan hanya pada beberapa posisi strategis sesuai dengan kebutuhan. Proses rekrutmen dilakukan secara terbuka, dengan terlebih dahulu memberi kesempatan kepada karyawan potensial internal. Perseroan juga melakukan rekrutmen dari jalur eksternal menggunakan beberapa situs karir.

Sepanjang tahun 2021, proses pengelolaan SDM dilakukan secara digitalisasi untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi yang membatasi pertemuan tatap muka dan kontak fisik. Perseroan melakukan beberapa proses digital dalam pengelolaan SDM untuk berbagai fungsi diantaranya Employee Relation dengan sistem “AskPAC”, Online Familiarisasi Program untuk karyawan baru, dan Optimalisasi “Learning Management System”.

Pengembangan Teknologi Informasi

Kondisi pandemi yang telah berjalan dua tahun terakhir mengakselerasi penggunaan teknologi informasi berbasis digital. Perseroan terus mengembangkan infrastruktur maupun sistem TI agar dapat mempertahankan keunggulannya.

Perseroan memastikan sistem TI yang diterapkan telah sesuai dengan standar terbaik yang berlaku, diantaranya adalah ISO/IEC 27001 dan menerapkan PCI DSS (Payment Cut Industry Data Security and System). Selain itu, Perseroan memiliki kerangka tata kelola data dan kelompok kerja yang bertanggung jawab dalam mengelola keamanan dan privasi data. Seluruh prosesnya dilakukan sesuai dengan standar yang berlaku.

Pengembangan di bidang TI yang dilakukan Perseroan selama tahun 2021 diantaranya implementasi Electronic Flight Bag (EFB) yang menggantikan dokumentasi penerbangan manual untuk pilot. Selain itu, implementasi bag tag dan cetak boarding pass tanpa sentuhan fisik sesuai dengan situasi pandemi.

Perseroan juga telah mengimplementasikan Citrix Cloud sebagai bagian dari inisiatif migrasi ke sistem Cloud dan melakukan pembaruan antivirus dari Deep Instinct ke McAfee untuk meningkatkan keamanan data dari serangan virus.

Komitmen pada Aspek Keberlanjutan

Perseroan yang merupakan bagian dari Grup AirAsia telah mengadopsi Manifesto Keberlanjutan AirAsia, yang mencakup bidang lingkungan, sosial maupun ekonomi, dengan mempertimbangkan kondisi internal maupun eksternal serta mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Manifesto Keberlanjutan Grup AirAsia menggambarkan target-target strategis dari inisiatif operasional yang dijalankan selama beberapa tahun mendatang.

Perseroan juga telah menjalankan tanggung jawab terhadap hak-hak asasi manusia, ketenagakerjaan dan kesehatan dan keselamatan kerja, operasi yang adil, dan hak-hak konsumen. Terkait dengan hak-hak konsumen, di masa pandemi kami telah memfasilitasi pemeriksaan temperatur dengan roving technologi dan melaksanakan protokol kesehatan ketat untuk melindungi keselamatan dan keamanan konsumen selama dalam penerbangan hingga sampai di tujuan.

Apresiasi

Akhir kata, mewakili Direksi kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Komisaris yang telah menjalankan fungsi pengawasan atas pengelolaan usaha yang Direksi lakukan. Terima kasih juga kami ucapkan kepada para pemegang saham yang telah mempercayakan kami untuk mengelola usaha Perseroan.

Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras dan bekerja sama dalam mengatasi tantangan untuk melalui masa-masa yang tidak mudah sepanjang tahun 2021.

Tak lupa kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pelanggan yang telah menjadikan AirAsia Indonesia sebagai maskapai pilihan. Ungkapan terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh mitra dan pemangku kepentingan lain yang telah mendukung kelancaran operasional Perseroan. Semoga kerja sama yang telah berjalan dengan baik dapat terus berlanjut pada masa mendatang.

Jakarta, Mei 2022

Atas Nama Direksi

DENDY KURNIAWAN

Direktur Utama