Struktur dan Kebijakan GCG


Dalam rangka memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan, Perseroan berkomitmen untuk menjaga disiplin atas penerapan GCG terbaik dan selalu terbuka untuk ruang perbaikan atas penerapan GCG sesuai dengan praktik terbaik secara nasional, antar Grup dan Asia.

Komitmen Penerapan Tata Kelola Terbaik

Komitmen atas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) tidak hanya dilaksanakan dari sisi infrastruktur organisasi Perseroan sesuai dengan peraturan yang berlaku, melainkan juga dari sisi proses operasional guna memastikan terciptanya customer experience berdasarkan praktik terbaik Grup AirAsia termasuk memastikan keselamatan para pengguna maskapai Perseroan.

Perseroan meyakini penerapan praktik terbaik Tata kelola Perusahaan akan semakin mendekatkan Perusahaan pada pencapaian visi dan misinya dalam menyediakan kebutuhan transportasi udara yang mampu menjangkau seluruh destinasi utama di Indonesia maupun kawasan terdekat lainnya dengan biaya termurah, berdaya saing, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas layanan terbaik.

Perseroan telah menyelesaikan audit keselamatan operasional yang dilakukan oleh International Air Transport Association (IATA), atau yang dikenal dengan IATA Operational Safety Audit (IOSA) yang mencakup bidang operasional dan fungsional maskapai termasuk namun tidak terbatas pada organisasi dan sistem manajemen, operasional penerbangan, pengendalian operasional dan flight dispatch, teknis dan perawatan pesawat, operasional kabin, operasional ground handling, operasional kargo, pengelolaan keselamatan dan keamanan. Perseroan juga bertekad terus meningkatkan kualitas penyempurnaan sistem pengendalian internal, pengelolaan risiko dan senantiasa tunduk pada peraturan yang berlaku.

Perseroan juga menunjukkan komitmen kepatuhan terhadap regulasi dengan secara pro-aktif menerapkan beragam inisiatif perbaikan kegiatan operasional yang semakin ramah lingkungan dan tanggap terhadap aspek- aspek sosial kemasyarakatan.

Tujuan dari peningkatan kualitas penerapan tata kelola adalah meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan, sehingga AirAsia Indonesia akan mampu memenuhi harapan mereka sekaligus mampu mendukung pencapaian berbagai tujuan pendiriannya dengan lebih efisien dan berhasil guna.

Dasar-dasar Penerapan GCG

Pengelolaan Perseroan dan pelaksanaan GCG Perseroan didasarkan pada peraturan yang dikeluarkan oleh Otoritas jasa keuangan (OJK) dan BEI yang mengacu pada:

  1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan peraturan pelaksanaannya.
  2. Undang-Undang Republik Indonesia No.8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal dan peraturan pelaksanaannya.
  3. Peraturan Otoritas jasa keuangan (POJK) No. 21/ POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 Penerapan Pedoman Tata kelola Perusahaan Terbuka.
  4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang Perencanaan dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka;
  5. POJK No. 16/POJK.04/2020 tentang Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka secara elektronik;
  6. POJK No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten dan Perusahaan Terbuka;
  7. Surat OJK (SOJK) No. S-124/D.04/2020 tanggal 24 April 2020 tentang Kondisi Tertentu dalam Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik.
  8. Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang dikeluarkan oleh Komite Kebijakan Tata Kelola Nasional (KNKG);
  9. Standar tata kelola terbaik di tingkat nasional dan ASEAN melalui ASEAN Corporate Governance Scorecard/ACGS.

Secara internal, pelaksanaan GCG berdasarkan kepada Anggaran Dasar Perseroan dan kebijakan internal termasuk didalamnya kebijakan operasional, kode etik dan sistem pelaporan pelanggaran.

Board Manual


Pedoman Tata Kelola Perusahaan


Prinsip-prinsip GCG

Dalam melaksanakan kinerjanya dan pada setiap pengambilan keputusan strategis, AirAsia Indonesia terus memperhatikan dan menerapkan lima prinsip GCG, yaitu Transparansi, Akuntabilitas, Pertanggung jawaban, Independensi dan kewajaran.

  1. Transparansi
    Merupakan keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan, serta dalam mengemukakan informasi materiil dan relevan mengenai Perseroan melalui Laporan Keuangan serta pengumuman kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan melalui situs Bursa Efek Indonesia dan situs web resmi Perseroan.
  2. Independensi
    Independensi merupakan suatu kondisi dimana Perseroan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
  3. Akuntabilitas
    Merupakan kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelolaan Perseroan terlaksana secara efektif.
  4. Tanggung Jawab
    Merupakan kesesuaian dalam pengelolaan Perseroan terhadap peraturan perundang undangan yang berlaku.
  5. Kewajaran dan Kesetaraan
    Fairness adalah keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Roadmap GCG

Roadmap GCG merupakan strategi GCG jangka panjang yang dimiliki oleh Perseroan sebagai acuan dalam menentukan strategi usaha di masa mendatang. Perseroan meyakini bahwa keselarasan antara strategi usaha dan strategi tata kelola dapat membantu pencapaian keberhasilan kinerja perusahaan serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam bentuk kepercayaan dari pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Fokus Roadmap Perseroan untuk 5 (lima) tahun ke depan adalah meningkatkan kualitas GCG yang dibagi dalam tahapan antara lain:

  1. Memperkuat kualitas GCG
  2. Sosialisasi/awareness dan tinjauan atas GCG
  3. Memperkuat tata kelola terintegrasi dan optimalisasi GCG

Pelaksanaan GCG Tahun 2021

Pelaksanaan GCG tahun 2021 telah selaras dengan Roadmap GCG yang disusun oleh Perseroan melalui kegiatan Perumusan, Pelaksanaan, Monitoring dan Evaluasi, yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan tercapainya tujuan akhir Roadmap GCG yang diharapkan, yaitu GCG Excellent. Berikut pelaksanaan GCG tahun 2021:

  1. Penyesuaian dan Pemenuhan GCG Perseroan terhadap Peraturan yang Berlaku.
  2. Evaluasi atas penerapan GCG guna mengetahui dan mengukur kesesuaian antara praktik tata kelola perusahaan yang baik di Perseroan dengan prinsip-prinsip GCG.
  3. Menyebarluaskan perangkat kebijakan GCG kepada seluruh karyawan yang diantaranya mencakup Pedoman Direksi dan Dewan Komisaris, Piagam Komite Audit, Piagam Komite Nominasi & Remunerasi, Piagam Good Corporate Governance, dan Piagam Sekretaris Perusahaan.
  4. Sosialisasi mengenai Board Manual kepada Dewan Komisaris dan Direksi.
  5. Mengkomunikasikan kembali Pedoman Kode Etik dan AirAsia Corporate Culture baik kepada karyawan baru maupun karyawan lama.
  6. Program pelatihan komprehensif terkait best practices GCG bagi manajemen dan karyawan Perseroan.

Kedepannya, Perseroan akan terus mengidentifikasi area GCG yang perlu dikembangkan berdasarkan ketentuan peraturan yang berlaku dan kegiatan usaha dengan memperhatikan Anggaran Dasar yang dimiliki Perseroan.

Struktur Tata Kelola

Struktur tata kelola Perseroan dibentuk berdasarkan fungsi, kewenangan dan tanggung jawab masing-masing organ sesuai dengan Undang-undang No. 40 tahun 2007, Peraturan Otoritas jasa keuangan terkait dan Anggaran Dasar Perseroan.

Struktur tata kelola Perseroan secara garis besar terbagi atas Organ Utama dan Organ Pendukung.

Organ Utama AirAsia Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Rapat Umum Pemegang (RUPS)
    Rapat Umum Pemegang Saham merupakan forum bagi Pemegang Saham untuk melakukan pembahasan dan pengambilan keputusan strategis dan penting, yang berkaitan dengan kepentingan usaha Perseroan dan didasarkan pada anggaran dasar serta peraturan perundang-undangan.
  • Dewan Komisaris
    Dewan Komisaris adalah organ yang secara kolektif bertugas dan bertanggung jawab untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap berjalannya pengelolaan Perseroan serta memastikan terpenuhinya kepentingan para pemangku kepentingan berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola.
  • Direksi
    Direksi adalah organ yang secara kolektif bertugas dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan Perseroan sesuai dengan arah dan tujuan yang telah ditetapkan, serta bertindak atas nama Perseroan dalam urusan di dalam maupun di luar pengadilan.

Selanjutnya Organ Pendukung terdiri dari komite di bawah Dewan komisaris serta Fungsi di bawah Direksi.